Jumat, 25 Januari 2013

bagian-bagian komputer

Agar komputer dapat digunakan manusia, maka harus berbentuk sistem komputer. Sistem komputer terdiri atas elemen-elemen dasar berupa perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia (brainware).
Perangkat keras adalah peralatan dalam sistem komputer yang secara fisik dapat dilihat/dijamah. Secara garis besar, komponen utama perangkat keras sistem komputer adalah sebagai berikut.
1.    Unit masukan (input device)
2.    Unit pusat pengolah (CPU: Central Processing Unit)
3.    Media penyimpanan (memory)
4.    Unit keluaran (output device)

A. Unit Masukan (Input Device)
Masukan (input) adalah data atau instruksi yang dimasukkan ke dalam komputer. 
Ada 2 tipe input yaitu :
1.    Data
Data berupa teks, angka, gambar, audio, dan video yang tidak/belum di proses.
2.    Instruksi
Instruksi yaitu program, perintah(commands), dan user responses.

Sedangkan unit masukan (input device) adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukkan data atau perintah/instruksi ke dalam komputer. Berikut klasifikasi input device berdasarkan orientasinya.

1.    Human Data-Entry Devices(Human-Oriented)
  Keyboard


Mouse

Trackball














Optical mouse

Wireless mouse
Pen mouse

Touch screens

Joy stick

Microphone

2.    Source Data Automation
Pada jenis ini, perangkat yang digunakan tidak banyak diintervensi manusia ketika proses pemasukan data


2. Unit Pusat Pengolah (CPU: Central Processing Unit)
CPU merupakan otak sistem komputer. CPU merupakan tempat untuk mengolah instruksi program yang pada komputer ukuran mikro disebut sebagai micro processor. Micro processor berbentuk sebuah chip yang tersusun mulai dari ribuan hingga jutaan Integrated Circuit/IC.
        
CPU beserta komponen-komponen lainnya terletak pada mainboard (motherboard).
CPU terdiri atas komponen aritmatika dan logika (ALU: Arithmatic and Logic Unit),  Control Unit (CU), Register, dan Primary Storage.
1.    Control Unit
Fungsi:
o    Mengakses intruksi program
o    Mentafsirkan (decode) instruksi
o    Mengontrol aliran data di sistem
o    Jalur aliran data disebut buses

2.    ALU (Arithmatic and Logic Unit)
Fungsi:
o    Melakukan proses komputasi pada data  (perhitungan aritmatika)
Operasi perhitungan aritmatika umumnya dituliskan sebagai ungkapan/ekspresi aritmatika. Operasi perhitungan aritmatika melibatkan operand dan operator aritmatika. Operand adalah nilai yang dioperasikan, sedangkan operator adalah yang mengoperasikan operand. Berikut ini operator yang dapat digunakan dalam ungkapan/ekspresi aritmatika.
+         : penambahan.
-          : pengurangan.
/          : pembagian.
DIV    : pembagian bulat.
MOD : sisa pembagian bulat.
Semua proses perhitungan dalam ALU dilakukan dengan dasar operasi penjumlahan menggunakan sirkuit yang disebut adder.
o    Melakukan proses komparasi data (operasi logika/boolean).
Berikut ini operator yang dapat digunakan dalam operasi logika/boolean adalah berupa operator relasional.
=      : sama dengan.
<      : kurang dari.
>      : lebih dari.
<=    : kurang dari atau sama dengan.
>=    : lebih dari atau sama dengan.
<>    : tidak sama dengan.
Selain melibatkan operator relasional, dalam ungkapan/ekspresi logika dapat juga digabungkan dengan operator boolean, yaitu AND, OR, NOT, atau XOR.

3.    Register
Register merupakan memori berukuran sangat kecil, area penyimpanan berkecepatan akses sangat tinggi. Register digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses, sementara itu data dan instruksi lainnya yang menunggu giliran diproses akan disimpan dalam main memory.
Fungsi:
o    Menyimpan lokasi dimana instruksi dijemput.
o    Menyimpan instruksi selama sedang diencode.
o    Menyimpan hasil perhitungan.
o    Menyimpan data sementara ALU mengkomputasi.

4.    Primary Storage
Primary storage juga di kenal sebagai main memory. Komponen ini merupakan komponen elektronik yg menyimpan instruksi, data, dan hasil pemrosesan data. Terdiri dari satu atau lebih chips di motherboard atau circuit board lainnya. Setiap byte disimpan di lokasi yg unik, disebut address. Primary storage merupakan penyimpanan sementara yg menyimpan tiga hal :
o    information you are working with
o    the application software you are using
o    the operating system software
Dengan adanya main memory, mampu meningkatkan kapasitas memory  meningkatkan performa sistem
Tipe dari Primary Storage:
o    Register – bagian dari CPU; sangat cepat; kapasitasnya sangat terbatas.
o    Random Access Memory (RAM) – memory chips pada motherboard; general storage dari instruksi program dan data; volatile.
o    Cache Memory – lebih cepat dari RAM; di gunakan untuk menyediakan intermediate storage antara secondary storage dan RAM.
o    Read-only Memory (ROM) – chips untuk menyimpan instruksi permanen yang dibutuhkan komputer; non-volatile.

Bagan Kinerja CPU:

3. Media Penyimpanan Sekunder (Secondary Memory)
Memori sekunder, dipergunakan untuk menyimpan data, informasi, dan program secara permanen sebagai berkas/file. Memori sekunder mempunyai karakteristik sebagai berikut.
1.    Sifat penyimpanan yang tetap(non-volatile/persistent), sehingga media penyimpanan sekunder perlu dipisahkan dari unit pengolah utama dan memori utama, dan dihubungkan oleh kabel/bus ke unit pengolah (processor) dan memori utama.
2.    Kemampuan untuk digunakan secara bersama-sama (shareability).
3.    Kemampuan untuk menyimpan sejumlah data, informasi, dan program.
Langkah pengolahan data dari dalam memori sekunder adalah sebagai berikut.
1.    Menentukan lokasi data pada memori eksternal (external memory/storage)
2.    Prosessor akan membaca data, dan menyalin data dari memory eksternal(external memory/storage) ke memori utama(main memory).
Pada saat meng-update data, maka salinan data dalam main memory yang telah diubah akan dituliskan, yaitu dipindahkan dari main memory ke memori sekunder.
Berdasarkan medianya, memori sekunder terdiri atas:
1.    Optical disk
Menggunakan prinsip optis, yaitu berdasarkan pantulan cahaya (sinar laser) pada head baca. Contoh : CD-ROM
2.    Magnetic storage
Dapat berbentuk disk atau tape. Media penyimpanan ini menggunakan bahan serbuk magnet. Akses data menggunakan prinsip induksi magnetis.
Contoh memori sekunder
1.    Floopy disk
     
2.    Hard disk

3.    Removable hardisk

4.    USB Flash Drive/Flashdisk

5.    Zip drive

6.    CD-ROM

7.    DVD
  
4. Unit Keluaran (Output Device)
Data yang telah di proses kedalam bentuk yang bisa digunakan, disebut  informasi. Output device merupakan komponen yg bisa menyampaikan informasi ke user.
Contoh output device:
1.    Printer









2.    Plotter
 
3.    Monitor

4.  Speaker


                                     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar